Tampilkan postingan dengan label Dunia Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

7 Gunung yang paling Angker dan Seram di Indonesia

Berikut Gunung-gunung yang paling Angker dan Seram yang ada di Negara Indonesia.dikutip dari berbagai sumber:

1. Gunung Merapi

Masyarakat yang tinggal disekitar gunung masih percaya akan adanya mahkluk halus yang tinggal di hutan-hutan, mata air, batu besar, pohon besar, kawah, dan puncak gunung. Penduduk sekitar gunung Merapi yakin bahwa puncak Merapi adalah istana mahluk halus.

2. Gunung Merbabu

Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di Gn.Merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan Gaib. Di puncak gunung Gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana.

3. Gunung Semeru

Di Ranu Kumbolo didekat gn Semeru para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau. Peristiwa-peritiwa gaib sering dialami para pendaki hampir di seluruh gunung-gunung yang terkenal dengan keangkerannya. 

Para pendaki sering diingatkan oleh masyarakat setempat, petugas, maupun peraturan yang jelas-jelas berisi pantangan-pantangan yang berhubungan dengan makhluk halus penghuni gunung yang bersangkutan.Di tengah danau Ranu Kumbolo di tengah malam bulan purnama, sering muncul penampakan Dewi Penunggu danau, yang berupa gumpalan kabut tebal yang berputar-putar dan berubah menjadi seorang wanita.

4. Gunung Agung

Untuk mendaki Gn. Agung di Bali pendaki dilarang membawa makanan yang mengandung daging sapi. Beberapa peraturan mistik di gunung yang umum berlaku misalnya pendaki wajib minta ijin (permisi) ketika melewati tempat-tempat tertentu, mau beristurahat, mau buang air. Dilarang mengenakan pakaian berwarna merah atau hijau, dilarang mendaki bagi wanita yang datang bulan. Larangan mendaki gunung Agung pada hari besar agama.

5. Gunung Salak

Pesawat Sukhoi Superjet-100 yang jatuh di Gunung Salak mengalihkan perhatian semua mata ke kawasan wisata tersebut. Memang, Gunung Salak sejak dahulu dikenal sebagai lokasi penuh mitos dan legenda. Kawasan wisata Gunung Salak tidak hanya memiliki atraksi wisata alam, namun juga wisata religi. Di lereng gunung ini terdapat sebuah tempat suci Hindu yang cukup besar–Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari. 

Dibangunnya pura di daerah ini memang bukan tanpa alasan. Konon, di tanah inilah Prabu Siliwangi sang Raja Pajajaran yang membawa kemasyuran bagi tanah Sunda pernah berdiam. Bahkan, ada yang percaya bahwa di tempat inilah Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Pura dibangun sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.

Pura terbesar secara fisik dan konsep berada di bumi suci, Parahyangan, Bogor. Diyakini di sinilah tempat petilasan Prabu Siliwangi, raja termasyhur dan paling dipuja. Lereng Gunung Salak, simbol Mahameru, merupakan tempat bersemayam para dewa. Pura ini dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi beserta para prajuritnya yang konon menjelma menjadi macan yang menjaga tanah Sunda. Konon, dulu sering terjadi hal-hal gaib di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi, raja termasyhur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.

Sebelumnya pada 1981, lokasi itu dikenal sebagai Batu Menyan, batu yang mengeluarkan asap menyan setiap hari. Konon di batu itu pula, acap kali masyarakat melihat cahaya putih, sinar terang, dari langit turun ke batu. Juga rumput-rumput yang bersinar terang.

Awal pembangunan pura dilakukan pada 1995 dengan mendirikan sebuah candi sederhana. Pura ini dibangun secara lengkap. Bagian Utamaning Utama Mandala dibangun, antara lain Bale Pesamuan Agung, Padmasana, Bale Pepelik/Pangaruman, Panglurah Agung, Taksu Agung, Patirtan, dan Candi. 

Di bagian Utama Mandala akan dibangun antara lain Bale Panggungan, Bale Agung, Bale Peselang, Bale Pawedan/Gajah, Bale Gegitaan, Bale Raringgitan, dan Kori Agung. Di bagian Madya Mandala dibangun Pengapit Lawang, Pesimpangan Dalem Peed, Bale Gong dan Bale Pengambuhan, Pasandekan Sulinggih, Bale Kulkul, serta Candi Bentar. Sementara di bagian Nistha Mandala dibangun antara lain Wantilan, Bale Paebatan, Bale Paninjon, Candi Bentar, dan Pasandekan. Di Nisthaning Nistha dibangun kamar mandi dan parkir.

6. Gunung Lawu

Gunung Lawu berketinggian sekitar 3265 M di atas permukaan laut, terletak di perbatasan propinsi Jawa Tengah – Jawa Timur.

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya :
Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton, semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta.

7. Gunung Ciremai

Tempat - tempat yang kebetulan menjadi pos tetapi mempunyai nuansa mistik teramat kuat. Uniknya, tiap - tiap nama pos mempunyai latar belakang tersendiri serta berbeda antar satu dengan lainnya. Di antaranya adalah blok kuburan kuda. Di areal ini konon terdapat kuburan kuda milik tentara jepang. Kuda tersebut , biasa dipergunakan oleh para kempetai untuk mengontrol para pekerja rodi yang menanam kopi. Dan kuburan yang terletak di sebelah barat jalur pendakian, sampai sekarang masih ada dan dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Blok papa tere lain lagi. Konon, dahulu di sini pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak yang dilakukan oleh ayah tirinya . Bermula, sang anak diajak oleh ayah tirinya untuk mendaki gunung Ceremai. Setibanya di tempai ini , sang ayah langsung menikam anaknya hingga tewas.

Sedangkan blok batu lingga merupakan tempat yang sangat disakralkan oleh penduduk setempat. Untuk itu, guna menghindari hal hal yang tak diinginkan maka para pendaki pun dilarang untuk menduduki sebuah batu besar atau berbuat yang tak senonoh di tempat ini. Konon, batu ini pernah dijadikan tempat berkotbah wali songo kepada para pengikutnya . 

Di dekat batu lingga terdapat sebuah in memoriam pendaki. Menurut kisah pendaki itu tewas karena sesuatu yang aneh di batulingga. Tepatnya, pada tahun 1999 dan dari ketiga pendaki, hanya seorang yang selamat. Sedangkan dua lainnya tewas dengan mengeluarkan lendir dari mulutnya. Menurut kepercayaan, blok batu lingga ini di jaga oleh dua makluk halus bernama aki dan nini serentet buntet.

Blok sangga buana, yang arti harfiahnya adalah penyangga bumi. Areal ini berfungsi untuk menahan aliran lahar bila gunung ceremai meletus. Maksudnya agar lahar tidak mengarah ke linggarjati, tetapi ketempat lain.

Dan akhirnya adalah blok pengsungan atau pengasinan tempatnya amat terbuka. Disini terdapat ladang yang tak pernah layu , edelweiss. Dari tempat ini kita dapat memandang lepas keindahan kota Cirebon serta pemandangan laut Jawa. Bukan hanya itu, disini juga kita bisa puas memandang keindahan matahari terbit . 

Jarang orang mengetahui jika tempati ini sejajar dengan puncak gunung Slamet yang ada di jawa tengah. Menurut sejarah, pada masa pendudukan Jepang, pengasinan merupakan tempat pembuangan tawanan perang. Mungkin karena itu pada malam malam tertentu, sering terdengar suara jeritan atau derap langkah kaki para serdadu jepang. Sudah barang tentu, suara itu datang dari alam halus.

Senin, 24 Februari 2014

5 Keindahan Perut Bumi Indonesia yang Menakjubkan

Capek dengan rutinitas kantor dan membutuhkan sedikit relaksasi? Mungkin sudah waktunya kalian untuk menyusun berwisata ke mana.


Bosan dengan wisata alam yang itu-itu saja, mungkin kalian bisa mencoba untuk menjelajahi gua dan menikmati air terjun bawah tanah. Keindahan alam isi perut bumi yang membuat takjub seakan tak lelah memanjakan mata kita. Kejernihan air seakan menyegarkan pikiran kita setelah bertarung 9-4 jam sehari.

Berikut air terjun bawah tanah di Jawa yang akan membuatmu terpana dengan keindahannya. Angkat ranselmu dan mulailah petualanganmu!


1. Air Terjun Gua Cerme


Terletak di Dusun Srunggo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini terdapat gua yang memiliki air terjun yang menakjubkan.  Air terjun bawah tanah ini bernama Grojogan Sewu yang akan menyihir mata kalian akan keindahannya.

Ada sejarah di gua ini, konon nama Cerme ini diambil dari kata ceramah. Gua ini dulunya menjadi tempat pertemuan para wali untuk menyebarkan agama Islam.

Gua ini memiliki banyak persimpangan yang menyesatkan. Buat para pengunjung jangan khawatir tersesat, karena banyak pemandu yang baik hati mengantarkan wisatawan untuk masuk ke dalam gua.


2. Air Terjun Gua Pule Jajar


Wisata di Jogja memang banyak pilihan, dari pantai hingga gua pun siap memuaskan bagi mereka yang menyukai tantangan. Salah satunya adalah Gua Pule Jajar yang memiliki daya tarik melalui sungai bawah tanah berarus deras serta air terjunnya yang deras.

Sayangnya gua ini tidak bersahabat buat mereka yang bertubuh besar. Pintu gua yang sempit dan hanya bisa dilewati orang bertubuh kecil saja.


3. Air Terjun Go Seropan


Tantangan untuk menakhlukkan gua ini sangat sepadan dengan apa yang dituju. Air terjun setinggi 7 meter ini akan memuaskan dahagamu setelah berjuang memasuki celah gua yang gelap dan pengap.

Gua yang terletak di Desa Semulu Kecamatan Seamun, Yogyakarta ini memiliki kedalaman 60 meter dari permukaan tanah dan panjang 888 meter. Jangan khawatir tersesat atau takut, karena guide berpengalaman akan siap memandu.


4. Air Terjun Gua Petruk


Adanya batu yang menyerupai hidung tokoh pewayangan berhidung mancung, Petruk menjadikan pemilihan nama untuk gua ini. Gua Petruk disebut sebagai gua terindah di Indonesia, sayangnya gua ini tidak dibuka untuk umum.


5. Air Terjun Gua Buniayu


Beralih ke daerah Jawa Barat, kota Sukabumi tak kalah dengan keindahan bawah tanahnya yang menakjubkan. Selain memiliki sungai dan danau bawah tanah, gua yang terletak di Desa Kertangsana, Kecamatan Nyindung memiliki air terjun yang menakjubkan.

Deburan air yang jatuh membuat kita merasa segar, danau bawa tanah pun membuat kita merasa tenang dan santai. Ada banyak alternatif rute untuk menjelejahi gua ini yang dibagi dengan 3 level yaitu Wisatawan, Peminat Umum dan Peminat Khusus yang menyukai adrenalin akan tantangan.

Jumat, 14 Februari 2014

8 Fakta Unik dan Sejarah Gunung Kelud Yang Perlu Kamu Tahu

Gunung Kelud yang kemarin (13/2) meletus, memiliki sejarah pernah beberapa kali meletus. Ada beberapa fakta yang sebaiknya kamu tahu tentang gunung yang terletak di antara Kediri, Malang dan Blitar ini.


Ada beberapa fakta unik dari gunung yang satu ini. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa fakta Gunung Kelud. Apa saja? Yuk simak di halaman berikut...


1. Danau Kawah


Sebelum erupsi yang terjadi pada tahun 2007 lalu, Gunung Kelud memiliki kawah yang terletak di puncaknya. Menurut beberapa sumber, danau ini bisa menyimpan air sampai 40 juta m3. Bayangkan berapa banyak air itu.

Kalau Gunung Kelud meletus dan air itu menggelontor pasir-pasir sampai lepas. Tidak terbayangkan berapa jumlah korban yang akan jatuh. 

Untuk menghindari hal itu, pada tahun 1902 Pemerintah Belanda membangun sebuah sistem terowongan untuk mengurangi air di dalam danau. Terowongan ini berhasil mengurangi jumlah air di atas kawah hingga 4,3 juta m3.

Namun terowongan ini jebol, dan pada tahun 1923 akhirnya Pemerintah Belanda membuatkan lagi 7 terowongan dan berhasil mengurangi jumlah air di atas kawah hingga 1,8 juta m3.

Namun setelah erupsi pada tahun 2007 yang memunculkan kubah lava yang semakin lama semakin besar, air di kawah Gunung Kelud menghilang, digantikan oleh kubah lava, dan hanya menyisakan sedikit kubangan air.


2. Tiga Daerah


Gunung Kelud yang memiliki tinggi 1717 m dpl ini adalah salah satu gunung paling aktif di Jawa Timur. Gunung Kelud terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. 

Puncak Gunung Kelud sendiri berada di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. 


3. Meletus 40 kali


Menurut sejarah Gunung Kelud pernah meletus setidaknya 40 kali. Catatan ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat.

Catatan 40 kali itu dicatat oleh Lembaga Smithsonian setidaknya dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Dengan catatan ini, maka tidak salah kalau Gunung Kelud disebut sebagai salah satu gunung yang paling aktif di Jawa Timur.

Gunung ini tercatat aktif meletus dalam waktu yang cukup dekat, yaitu antara 9 - 25 tahun.


4. Tipe Gunung


Gunung Kelud termasuk dalam tipe stratovulkan yang memiliki karakteristik letusan eksplosif. Gunung ini terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. 

Gunung Kelud memiliki beberapa puncak yang merupakan sisa dari letusan besar di masa lalu. Puncak sisi barat daya membuka, sehingga kompleks kawah terbuka ke arah tersebut. Sementara puncak Kelud adalah yang tertinggi. Selain itu ada puncak Gajah Mungkur di sisi barat dan puncak Sumbing di sisi selatan.


5. Letusan 1586


Menurut sejarah, letusan Gunung Kelud paling besar terjadi pada tahun 1586. Letusan yang sangat besar itu menelan korban setidaknya 10.000 orang. Pada masa itu, bisa dibayangkan kalau letusannya sangat besar, karena jumlah penduduk di daerah itu masih sangat sedikit.

Menurut buku Data Dasar Gunung Api di Indonesia. Letusan pada saat itu diperkirakan memiliki kekuatan Volcanic Explosivity Index (VEI): 5. Ini setara dengan letusan Gunung Pinnatubo di Filipina pada tahun 1991. 


6. Letusan 1990


Pada tahun 1990, Kelud kembali bergolak. Ia meletus selama 45 hari yaitu pada 10 Februari - 13 Maret 1990. Saat itu Gunung Kelud memuntahkan sekitar 57,3 m3 material vulkanik. 

Lahar dingin menjangkau jarak 24 km dari danau kawah. Melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud dan menutupi terowongan Ampera yang seharusnya menjadi jalan keluar air dari danau kawah. 

Terowongan yang tertutup oleh material vulkanik itu baru bisa selesai dibetulkan dan bisa dipergunakan dengan normal pada tahun 1994.


7. Letusan 2007


Setelah sekian lama 'anteng' dan tidak ada aktifitas berarti. Pada tahun 2007, Gunung Kelud kembali menggeliat. Pada saat itu, terdapat beberapa aktifitas kegempaan dan suhu air danau meningkat.

Namun ternyata aktifitas Gunung Kelud tidak menimbulkan erupsi yang besar. Tetapi terbentuk kubah lava di puncak gunung yang membuat air di danau kawah menghilang dan menyisakan hanya sedikit genangan air.


8. Letusan 2014


Setelah 7 tahun berlalu, Gunung Kelud kembali bergerak dan bangun. Gunung ini memuntahkan debu tebal dan semburan awan panas yang berefek pada daerah-daerah di sekitarnya.

Kilat kemerahan dan besar terlihat hingga di area Malang. Sementara debu tebal menutupi jalan hingga Yogyakarta. Kali ini letusan Gunung Kelud kembali ke kebiasaannya, yaitu letusan eksplosif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan Gunung Kelud akan ditetapkan dalam status aman kembali. Penduduk di sekitar Gunung Kelud diungsikan sampai di jarak aman dan diharapkan tidak kembali ke rumah masing-masing hingga pemerintah mengumumkan situasi aman.

Mari berdoa agar saudara yang terkena dampak bencana alam bisa segera kembali ke aktivitasnya semula. Amin.

[FOTO] Inilah wajah kawah Kelud dari 1922 hingga 2014

Gunung Kelud meletus pada Kamis (13/2) pukul 22.50 WIB.


Foto ini diambil oleh PVMBG pada 1922 setelah letusan besar Kelud yang terjadi pada Mei 1919 diikuti letusan berikutnya pada Desember 1920. Tampak belum ada vegetasi.


Foto ini diambil oleh John Dvorak dari USGS pada tahun 1980 menunjukkan kawah Kelud yang berupa danau. Vegetasi sudah tampak tumbuh.


Foto ini diambil fotografer Reuters Sigit Pamungkas saat tanda-tanda aktivitas kawah Kelud meningkat pada 23 September 2007.


Foto ini diambil fotografer Reuters Sigit Pamungkas saat tanda-tanda aktivitas kawah Kelud meningkat pada 23 September 2007.

Foto ini diambil fotografer Reuters Sigit Pamungkas pada 25 November 2007 saat munculnya sumbatan anak gunung baru dari kawah Kelud.


Foto ini diambil fotografer Reuters Sigit Pamungkas pada 25 November 2007 saat munculnya sumbatan anak gunung baru dari kawah Kelud.


Foto ini diambil wartawan merdeka.com Imam Mubarok pada 3 Februari 2014 saat aktivitas Kelud meningkat.


Kawasan puncak Kelud pada 12 Februari sehari sebelum meletus. Foto diambil wartawan merdeka.com Imam Mubarok.