Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

8 Keuntungan Menjadi Orang Jelek

Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik. Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.


klik77.com - Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :

1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri


klik77.com - Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.


2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius


klik77.com - Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.


3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik


klik77.com - Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses, pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik.

Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.


4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)


klik77.com - Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat.

Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.


5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain

klik77.com - Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.


6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga


klik77.com - Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.


7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual


klik77.com - Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam.

Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.


8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni & Keimanan


klik77.com - Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat.

Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek  yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.

Kamis, 13 Maret 2014

[Sad Story] Kisah Seorang Ayah yang Ingin Anak Difabelnya Terus Sekolah

Tak dipungkiri, pendidikan adalah salah satu hal yang mutlak harus didapatkan setiap manusia yang hidup di dunia ini. Dengan mengenyam pendidikan yang cukup, banyak hal baik yang tentu akan datang dan terjadi di masa depan.


Hal ini agaknya disadari betul oleh seorang ayah hebat asal Cina bernama Yu Xukang, yang mendedikasikan hidupnya demi pendidikan sang anak tercinta, Xiao Qiang. Demi menyekolahkan si kecil, Yu Xukang rela berjalan dan menggendong Xiao Qiang sejauh puluhan kilometer setiap hari.

Kisah selengkapnya berikut ini akan makin membuatmu terharu. Buktikan sendiri!


1. Berpisah Dengan Ibu


klik77.com - Malang memang nasib Xiao Qiang, yang harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah berpisah. Saat itu, Xiao Qiang masih berusia tiga tahun, yang artinya masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Hal ini pun memaksa sang ayah, Yu Xukang, berjuang sendirian membesarkan sang buah hati tercinta. Pria berusia 40 tahun ini memang tak kenal lelah demi menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang baik.


2. Penyandang Disabilitas


klik77.com - Kemalangan yang dialami Xiao Qiang tak berhenti di situ saja. Selain harus berpisah dengan sang ibu di usia tiga tahun, Xiao Qiang terlahir menyandang disabilitas sejak lahir.

Hingga usianya yang kini telah 12 tahun, Xiao Qiang belum mampu berjalan. Lebih lanjut, tumbuh kembang Xiao Qiang berbeda dengan anak-anak normal biasanya.

"Anakku, dengan disabilitas yang ia sandang, tak mampu berjalan sendiri dan artinya ia tak bisa mengendarai sepeda. Apalagi, di usianya yang sudah 12 tahun, tinggi badannya masih 90 sentimeter," terang sang Ayah.


3. Menggendong Puluhan Kilometer


klik77.com - Letak kediaman ayah dan anak ini memang sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan, yakni di sebuah desa kecil di Cina bernama Yibin. Yu Xukang rela menggendong Xiao Qiang yang memang menyandang disabilitas sejak lahir, sejauh 28 kilometer setiap harinya ke tempat sang anak bersekolah.

Jalan terjal pun dilaluinya setiap hari. Di daerah ini memang tidak ditemui kendaraan umum semisal bus, lantaran letak desa yang berada di daerah perbukitan yang curam.

"Aku sudah menggendongnya seperti ini sejak September tahun lalu, setiap pagi aku bangun pukul 5 untuk menyiapkan bekal makan siangnya, kemudian aku mengantarkannya dan kembali ke sini untuk bekerja," tutur sang ayah seperti yang dikutip dari situs DailyMail.

"Aku kemudian kembali ke sekolah untuk menjemput putraku dan menggendongnya pulang," 


4. Ditolak di Berbagai Sekolah


klik77.com - Di desa Yibin sendiri memang terdapat beberapa sekolah reguler di mana anak-anak seusia Xiao Qiang dapat bersekolah. Namun malangnya, sekolah-sekolah ini menolak Xiao Qiang belajar di tempat mereka lantaran dianggap tak mampu secara fisik dan mental.

Itulah mengapa sang Ayah rela berjalan sejauh 28 kilometer setiap harinya demi membuat sang anak tercinta tetap bersekolah. Sebuah perjuangan yang tentu tak mudah.


5. Berprestasi di Kelas


klik77.com - Perjuangan sang ayah yang begitu keras nyatanya dibayar memuaskan oleh Xiao Qiang. Meskipun ia menyandang disabilitas, terbukti Xiao Qiang adalah salah satu murid paling berprestasi di kelas. Hal ini pun makin meyakinkan Yu Xukang akan kemampuan luar biasa sang buah hati.

"Aku sangat bangga dengan fakta bahwa ia mendapat ranking pertama di kelas dan aku yakin dia akan terus berprestasi. Mimpiku adalah nantinya ia terus bersekolah hingga ke perguruan tinggi," harap Yu Xukang.


6. Mendapat Perhatian Pemerintah


klik77.com - Pemerintah Cina pun lambat laun mendengar kisah mengharukan antara ayah dan anak ini. Antusias dan ekspos media begitu besar yang akhirnya terdengar juga oleh masyarakat luas.

Pemerintah Cina pun dikabarkan telah menyewa tempat tinggal yang layak di dekat sekolah Xiao Qiang agar sang ayah tak perlu lagi bersusah payah menggendongnya puluhan kilometer dari desa Yibin. Sungguh sebuah kisah yang sangat menginspirasi kita semua, bukan?

Selasa, 11 Maret 2014

7 Miliarder Termuda di Dunia tahun 2014 versi Klik77

Muda, bertalenta, dan kaya raya. Keenam anak muda ini berhasil mematahkan anggapan bahwa sukses hanya bisa dicapai di usia tua. Di usia yang masih muda, mereka bahkan telah dinobatkan sebagai miliarder-miliarder muda dunia. 


Penasaran? Siapakah mereka? Berikut adalah enam orang yang masuk dalam daftar The World's Youngest Billionaires 2014, menurut Forbes. Mari kita simak bersama!


1. Perenna Kei


Umur: 24

Nilai kekayaan bersih: USD 1,3 miliar atau Rp 14,8 T

Menempati urutan pertama, Perenna Kei dinobatkan sebagai miliarder termuda di dunia tahun 2014. Wanita asal Hong Kong ini memiliki 85 persen saham Logan Property Holdings melalui perusahaan yang berbeda. Selain itu, Ketua dan CEO Logan, Ji Haipeng, sendiri merupakan ayah kandungnya. Perusahaan ini berkantor di pusat kota Shenzhen, China, yang berbatasan dengan Hong Kong. Logan Property Holdings mengembangkan real estate untuk pasar China.

Perenna sendiri sebelumnya dikenal dengan nama Ji Peili dan menjabat sebagai direktur non-eksekutif di perusahaan tersebut. Dia menamatkan gelar sarjananya di bidang ekonomi dan keuangan di University of London.


2. Dustin Moskovitz


Umur: 29

Nilai kekayaan bersih: USD 6,8 miliar atau Rp 77,4 T

Mantan teman sekamar Mark Zuckerberg ini ikut mendirikan jaringan sosial Facebook bersama Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Andrew McCollum dan Chris Hughes. Dia meninggalkan Facebook pada tahun 2008 untuk membangun Asana bersama Justin Rosenstein. 

Justin dulunya adalah manajer teknik di Facebook yang sebelumnya bekerja di Google, dan juga merupakan orang yang direkrut oleh Dustin. Perusahaan tersebut mengembangkan sebuah web dan aplikasi mobile yang dirancang untuk memudahkan kerja sama tim. Pria kelahiran 22 Mei 1984 ini menikah tahun lalu dengan pacar lamanya, Cari Tuna.


3. Mark Zuckerberg


Umur: 29

Nilai kekayaan bersih: USD 28,5 miliar atau Rp 324,7 T

Saham Facebook meningkat hingga lebih dari 130 persen dibandingkan tahun lalu - pada pertengahan Februari lalu. Itu sebabnya kekayaan bersih Mark menjadi lebih dari dua kali lipat, bahkan setelah dia melepas 18 juta sahamnya pada akhir Desember. 

Pria kelahiran 14 Mei 1984 ini mendirikan Facebook bersama teman sekamar di kampus, yakni Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes. Mark meluncurkan Facebook dari kamar asrama di Universitas Harvard dan kemudian memperkenalkannya? ke seluruh kampus. Dia dan temannya pindah ke Palo Alto, California, tak lama kemudian untuk membangun bisnis mereka. Pada tahun 2007, pada usia 23, Mark pun berhasil menjadi miliarder muda 
dunia.


4. Anton Kathrein, Jr


Umur : 29

Nilai kekayaan bersih: USD 1,35 miliar atau Rp 15,3 T

Anton Kathrein, Jr adalah generasi ketiga dari keluarganya, yang didapuk untuk memimpin Kathrein-Werke AG, produsen antena tertua dan terbesar di dunia. Perusahaan ini merupakan pelopor dalam industri antena otomotif, yang juga membuat antena radio dan siaran TV, satelit dan sistem penerimaan terestrial. Perusahaannya juga menyediakan peralatan untuk transmisi multimedia berkecepatan tinggi yang biasa digunakan oleh operator TV kabel, serta sistem antena dan komponen elektronik yang memungkinkan sinyal ponsel menjangkau seluruh dunia.


5. Drew Houston


Umur: 30

Nilai kekayaan bersih: USD 1,2 miliar atau Rp 13,6 T

Drew Houston adalah pendiri dan CEO Dropbox, layanan file-sharing berbasis cloud. Pria bernama lengkap Andrew W. "Drew" Houston ini mulai bermain-main dengan komputer pada usia 5 tahun, dan telah terlibat dalam proyek startups sejak SMA. Drew lahir di Beaverton, Oregon pada tahun 1983. Dia menamatkan gelar sarjananya di bidang Ilmu Komputer di Massachusetts Institute of Technology. Di sini lah, dia bertemu Arash Ferdowsi yang kemudian bersama-sama dengannya menjadi pendiri dan sekaligus CTO dari Dropbox.


6. Albert von Thurn und Taxis


Umur: 30

Nilai kekayaan bersih: USD 3,8 miliar atau Rp 43,3 T

Meski Albert von Thurn und Taxis sudah sering muncul dalam daftar miliarder Forbes, pangeran ke-12 dalam garis keturunan keluarganya ini secara resmi mewarisi kekayaannya pada tahun 2001, pada hari ulang tahunnya yang ke-18. Asetnya termasuk real estate dan 36.000 hektar hutan di Jerman, salah satu kepemilikan hutan pribadi terbesar di Eropa. 

Pria bernama lengkap Albert II Maria Lamoral Miguel Johannes Gabriel ini sekarang tinggal di kastil keluarganya di Bavaria, Schloss Emmeram. 24 Juni 1983 ) adalah seorang bangsawan Jerman. Dia sudah berulang kali terdaftar sebagai miliarder termuda di dunia, terutama setelah kematian ayahnya pada tahun 1990. Dia pertama kali muncul dalam daftar tersebut ketika baru berusia delapan tahun.

Inilah enam orang yang masuk dalam daftar miliarder termuda di dunia pada tahun 2014, menurut Forbes. Kesuksesan yang mereka raih patut untuk dipuji, karena tentu tidak mudah menduduki posisi tersebut.


7. Scott Duncan


Umur 31 tahun 

Dengan kekayaan USD 6,3 miliar atau Rp 75 T dari bisnis pipelines

Cita-citanya Scott ingin menjadi dokter, tetapi keuangan keluarga yang genting, sehingga pada tahun 1879 ia bergabung dengan layanan sipil federal. 

Seperti ceritanya, "William Scott tidak mungkin memiliki uang [tapi] dia memiliki koneksi di tempat-tempat tinggi. Diantara nya kenalan adalah perdana menteri, Sir John A. Macdonald, yang setuju untuk bertemu dengan Duncan.

Kisah Pilu Pria di China Gendong Anaknya 28 km ke Sekolah Tiap Hari

Yu Xukang, seorang ayah penuh pengabdian asal China ini selalu menggendong anaknyaXiao Qiang,seorang penyandang cacat,saban harinya agar anaknya itu dapat bersekolah meski harus menempuh jaraksejauh 28 kilometer.


Yu selalu menggendong Xiao dengan menempatkannya di sebuah keranjang dirancang khusus diikatkan ke punggungnya, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (11/3).

Pria 40 tahun asal Kota Fengyi, Wilayah Yibin, Provinsi Sichuan, sebelah barat daya China, sekitar 3.218 kilometer sebelah barat Shanghai, itu menolak untuk menyerah terhadap pendidikan anak laki-lakinya sekarang berusia 12 tahun itu, meskipun faktanya kedua tangan dan kakinya bengkok, dan punggungnya sudah bungkuk.

"Saya tahu anak saya cacat fisik, tapi tidak ada masalah dengan pikirannya. Namun, saya tidak bisa menemukan sekolah di sini dengan fasilitas yang dapat menerima dia dan selalu ditolak. Bahkan satu-satunya tempat di mana saya bisa mendapatkan tempat baginya adalah di Sekolah Dasar Fengxi, di Kota Fengyi, yang berjarak delapan kilometer jauhnya," kata Xukang.

Dia telah berpisah dengan istrinya sembilan tahun lalu ketika Xiao berusia tiga tahun, dan memutuskan untuk membesarkan anaknya sendirian.

Xukang mengatakan dirinya bertekad agar anaknya itu tidak menderita meski dibesarkan oleh satu orangtua dan dia ingin memberinya kesempatan terbaik.

Karena tidak ada bus sekolah dan transportasi umum yang cocok, Xukang kemudian memutuskan satu-satunya cara untuk memastikan anaknya tetap bersekolah adalah dengan menggendongnya setiap hari baik saat mengantarkan dan menjemput Xiao dari sekolah.

"Saya telah menggendong dia baik saat pulang maupun pergi ke sekolah sejak September tahun lalu, setiap pagi saya bangun jam lima untuk mempersiapkan makan siangnya dan kemudian saya berjalan sejauh 7,2 kilometer ke sekolah, dan kemudian kembali ke rumah sehingga saya bisa bekerja untuk mendapatkan uang. Saya kemudian jalan kembali ke sekolah untuk menjemput anak saya dan membawa dia pulang," ujar dia.

Xukang mengatakan dia memperkirakan dirinya telah berjalan sekitar 2.574 kilometer dengan naik turun perbukitan.

"Anak saya tunadaksa, ini berarti dia dalam posisi tidak bisa berjalan dan tidak bisa naik sepeda sendiri. Meskipun sudah 12 tahun, tingginya hanya 90 sentimeter. Tapi saya bangga dengan fakta dia menjadi murid pandai di kelasnya dan saya tahu dia akan mencapai hal-hal besar. Impian saya adalah dia akan masuk ke universitas," ucap dia.

Setelah pengabdian Xukang dengan menggendong anaknya setiap hari ke sekolah terungkap di media lokal, pemerintah setempat mengumumkan pihaknya akan menyewakan sebuah kamar untuk dia dalam waktu dekat.

Minggu, 09 Maret 2014

Kisah Gadis Keterbelakangan Mental Sendirian Rawat Ayahnya yang Lumpuh

Cerita menyedihkan datang dari bumi Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang gadis kecil keterbelakangan mental, dengan segala daya dan upaya merawat ayahnya seorang diri yang lumpuh karena stroke. 

Gadis kecil yang tangguh itu bernama Miranda. Usianya baru 10 tahun. Setiap hari dengan tekun dia merawat ayahnya Andi Sukri Sondo (55) yang terbaring tak berdaya di tempat tidur. Miranda melakukan ini setiap hari selama dua tahun terakhir di kediamannya Jl Ir Soekarno Kel Dapu Dapura, Kec Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.


Miranda setiap hari merawat ayahnya mulai dari menyuapkan makanan, membersihkan kotoran sampai memandikan ayahnya di atas tempat tidur. Setiap harinya Miranda mengambil makanan di rumah sepupunya yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. "Miranda tekun sekali merawat ayahnya meski dia sendiri susah," ujar Amri S Herman, tetangga Andi Sukri kepada merdeka.com, Selasa (25/2). 

Ayah Miranda dulunya adalah seorang pengusaha kayu yang punya rumah besar, mobil, motor dan rumah makan serta punya lahan pertanian. Sejak jatuh sakit sekitar 10 tahun yang lalu seluruh usahanya diambil alih oleh istrinya dan sejak saat itu pula bisnisnya mulai jatuh bangkrut.

Segala harta yang dimiliki hanya tersisa rumah tinggal saja. Belakangan istrinya meninggalkan Andi Sukri, dan harta satu- satunya milik Andi Sukri yaitu rumah dijual untuk membayar utang istrinya. Sisanya dipakai untuk bertahan hidup serta membeli obat. 

Menurut cerita Amri, sekitar enam tahun yang lalu Andi Sukri pindah ke kota Kendari untuk numpang tinggal di rumah keponakan bersama anaknya Miranda. Rumah tumpangan itulah yang sekarang mereka huni. 

Miranda sebenarnya pernah duduk di bangku SD, namun karena keterbelakangan mental dia duduk di kelas 1 selama 4 tahun. Sampai sekarang, Miranda tidak sekolah lagi. 

Sejauh ini, belum ada perhatian dari perangkat desa atas nasib Miranda dan ayahnya. "Saya juga tidak tahu mengapa sampai sekarang perangkat desa belum memberi perhatian. Dengan alasan kemanusiaan, saya menceritakan kondisi yang dialami Miranda dan Pak Andi Sukri," ujar Amri.

Rabu, 26 Februari 2014

Sifat orang China orang Bule dan Orang Indonesia (No Rasis)


Orang China yang selalu bekerja keras

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI keturunan Cina/tionghoa. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.

Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya hal yg buruk.

Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan,diantaranya :




1. DUIT

a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.

b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.

c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus disimpen di bank.

Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran(sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.


2. KERJAAN

a) si bule, abis kerja(biasanya jam kerja jam 8 pagi – 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja,pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah uangnya.

c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.


3. RUMAH

a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.

b) Apartment si cina, wah… kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang ‘bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.’ daerahnya pun bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.

c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan tersebut.

Setelah 10 tahun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.

Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang Cina ini.

Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal di Jakarta, saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya. Saya pernah buka punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya.

Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, tapi juga tidak usah gengsi-gengsian. Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.


Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti cina di Indonesia.

Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, si cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu. Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 65 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata. Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama (yaitu cina kalau di Indonesia).

Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, sampai akhirnya berhasil memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH…SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras.

Mereka (tionghoa) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi. Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan tionghoa. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan tionghoa sebagai tameng dan kambing hitamnya.

Tulisan diatas ditulis oleh seorang kawan saya orang asli Indonesia yg sekarang berada di USA. coba deh di renungkan lagi.. apa belum cukup pertentangan yg terjadi di bangsa kita? bangsa kita sudah cukup lemah. mestinya kita bersatu utk semakin kuat. bukan malah perang saudara. bukan kah terroris sudah cukup memanfaatkan kelemahan bangsa ini? mengapa terus saling bunuh? saling cemoh? dsb. BUKA lah mata kalian lebar2. Lihat siapa yg sebenarnya BENAR. dan siapa yg sebenarnya SALAH!? coba deh dipikir lagi..

Jumat, 14 Februari 2014

[Bukan Valentine] 7 Kisah Cinta Islam Yang Romantis

Hari Jumat (14/2) ini bertepatan dengan perayaan Valentine. Bagi beberapa orang, Valentine dimaknai dengan hari kasih sayang namun sepertinya pada tahun ini akan terasa menyedihkan bagi warga Indonesia karena bertepatan dengan meletusnya gunung Kelud di Kediri pada Kamis (13/2) malam.

Kembali soal Valentine, dalam agama Islam sendiri ajaran soal hari kasih sayang itu memang tidak ada. Namun bukan berarti kaum Muslim tak memiliki kisah cinta yang romantis dan tak kalah indahnya dengan Valentine. Seperti apa ya? Dilansir berbagai sumber, ini dia mereka.


1. Ali bin Abi Thalib - Fatimah Az Zahra

Kisah cinta salah satu Khulafaur Rasyidin yakni Ali bin Abi Thalib kepada putri nabi Muhammad SAW yakni Fatimah Az Zahra bahkan begitu rahasia. Ali sudah sejak lama jatuh cinta pada Fatimah karena kesantunan ibadah, perilaku serta paras cantik Fatimah. Namun cinta Ali harus tertahan karena rupanya dua sahabat lainnya yakni Abu Bakar as Sidiq dan Umar bin Khattab lebih dulu melamar Fatimah saat Ali belum siap.

Beruntung bagi Ali, lamaran dua orang itu ditolak oleh Muhammad. Ali lalu memberanikan diri melamar Fatimah hanya bermodal baju besi ang rupanya diterima Fatimah. Setelah mereka menikah, Fatimah mengungkapkan penyesalan bahwa dia sudah pernah mencintai dan begitu ingin menikahi seorang pemuda yang rupanya adalah Ali. Rupanya cinta Ali dan Fatimah sama sekali tak pernah bertepuk sebelah tangan hanya dijaga keindahannya.


2. Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik melarangnya melakukan poligami. Hingga akhirnya Umar sakit dan Fatimah tiba-tiba menghadirkan seorang gadis yang pernah dicintai Umar.

Alih-alih menerima, Umar malah menolak gadis itu dengan alasan tak mau terjebak pada cinta duniawi semata. Karena Umar benar-benar tak ingin membuat Fatimah terluka pada dirinya meskipun berusaha menerima.


3. Abdurrahman bin Abu Bakar

Abdurrahman bin Abu Bakar as Siddiq dan istrinya Atika memang saling emncintai satu sama lain yang membuat Abu Bakar khawatir dan meminta Abudurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka bisa melalaikan jihad dan ibadah. Abdurrahman pun mengikuti kehendak sang ayah meskipun ia tak pernah bisa melupakan Atika.

Hingga akhirnya cinta besar Abdurrahman itu menghasilkan syair cinta yang sangat indah yang membuat Abu Bakar luluh dan mereka berdua luluh. Abdurrahman membuktikan cintanya pada Atika tak membuatnya melupakan Allah SWT. Berikut syair cintanya:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meningi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertimu
Menceraiakan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragam, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya


4. Muhammad SAW - Khadijah binti Khuwailid

Cinta Rasullulah SAW kepada Khadijah memang besar dan tetap abadi sampai Khadijah meninggal. Rupanya Muhammad sudah memendam cinta pada Khadijah sebelum menikah. Saat Khadijah meninggal dan para sahabat memintanya menikah lagi, Muhammad selalu menangis dan bersedih akan kepedihan Khadijah.

Muhammad gamang apakah dia bisa menemukan wanita seperti Khadijah. Sampai akhirnya Allah SWT memerintahkan Muhammad untuk kembali menikah. 14 tahun semenjak kematian Khadijah, tak pernah sekalipun Muhammad melupakan istri tercintanya itu.


5. Muhammad SAW - Aisyah

Jika Rasullulah SAW ditanya siapakah istri yang paling dia cintai, beliau akan menjawab Aisyah. Tapi saat ditanya cintanya kepada Khadijah, beliau akan menjawab itu adalah karunia terbesar padanya yang datang dari Allah SWT. Cinta Muhammad kepada Khadijah dan Aisyah memang berbeda namun keduanya lahir dari pesona kematangan yang sama.

Khadijah memiliki pesona kematangan jiwa yang melahirkan cinta sejati yang bahkan membuat Aisyah cemburu. Sementara cinta Muhammad kepada Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan dan kematangan. Bahkan Muhammad memiliki panggilan sayang kepada Aisyah dan tak malu bermanja-manja dengan sang istri tercinta.


6. Thalhah bin 'Ubaidillah

Thalhah bin 'Ubaidillah adalah seorang pria yang pernah begitu mencintai istri sang nabi Muhammad SAW yakni Aisyah. Namun Thallhah yang merupakah sepupu Aisyah ini rupanya tak menyadari cinta besarnya itu tak disukai Muhammad. Hingga akhirnya Thallhah bersumpah untuk menunggu Muhammad sampai wafat demi menikahi Aisyah.

Kegusaran Thallhah itu membuat Allah SWT mengirimkan firman suat Al-Ahzab yang mengatakan ketidakbolehan menikahi istri-istri Sang Nabi apalagi secara memaksa. Mendengar surat itu Thallhah menangis dan mewujudkan cintanya yang besar itu kepada hal yang lebih berguna seperti menyumbangkan kekayaan sampai Haji dengan kakinya. Hingga akhirnya Thallhah dikaruniai cinta yang lain dan menghasilkan putri cantik jelita yang dinamai Aisyah binti Thallhah.


7. Ummu Sulaim - Abu Thalhah

Ummu Sulaim adalah janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memuja Sulaim memutuskan untuk melamarnya namun ditolak karena Abu adalah seorang kafir. Meskipun Abu hendak memberikan harta dan kenikmatan, Sulaim tetap menolaknya dan hanya ingin Abu menjadi seorang Mualaf.

Abu menunjukkan ketegasan hatinya dengan belajar menjadi seorang Muslim yang taat sampai akhirnya Abu benar-benar mengubah pemikiran dan hatinya menjadi Islam. Dan Sulaim mendapatkan mahar yang sangat mulia yakni ke-Islaman sang suami.

Kamis, 13 Februari 2014

[EDAN] Berjudi Nyawa di Rumah Sakit Ala Indonesia


Sepenggal kisah nyata

Bagi kita yang kehidupan ekonominya pas pasan, ketika datang ke rumah sakit untuk berobat (apalagi dalam keadaan kritis). Mohon untuk tidak lupa membawa KTP dan handphone (kalo perlu peralatan elektronik sekalian). Sebab ketika kalian belum sanggup membayar biaya rumah sakit maka Hp dan KTP itulah yang akan menjadi jaminan.......Karena ini adalah Indonesia.

Sadiah (16 tahun), seorang perempuan remaja asal Pandeglang Banten korban kecelakaan yang nyawanya di ujung lidah dan harus segera diberangkatkan ke rumah sakit besar di Serang masih harus tertahan di salah satu klinik di Labuan Pandeglang. Karena pihak keluarga tidak sempat membawa uang. Maka salah satu tetangganya (pak leman) terpaksa memberikan HP sebagai jaminan biaya ambulans.

Bahkan ketika sadiah sudah menjadi mayat pun, keluarga sadiah masih saja harus menungggu proses yang berbelit belit berkaitan dengan proses administrasinya yang rumit. Dan akhirnya lagi lagi KTP menjadi jaminan.....Begitulah nasib orang miskin di negeri ini.....


KITA WARGA NEGARA INDONESIA YANG MISKIN DAN MELARAT TIDAK BOLEH SAKIT DI NEGERI INI, DI NEGERI YANG NAMANYA INDONESIA, CAMKAN ITU!!!

KITA YANG MISKIN DAN MELARAT DI NEGERI INI TIDAK BOLEH PUNYA PENYAKIT BERAT LAYAKNYA PARA PEJABAT DAN KORUPTOR, SEBAB KITA HANYA AKAN MENYUSAHKAN DAN BIKIN BAU SAJA, SEKALI LAGI CAMKAN ITU!!!

KARENA YANG BOLEH KITA LAKUKAN KETIKA MERASA SAKIT DI NEGERI INI CUKUP DENGAN KOIN, MINYAK KELAPA DAN SEBOTOL MINYAK ANGIN, INGAT ITU!!!



"Sudah miskin sakit pula, nyusahin aja....." Pernyataan seperti itu mungkin sering terlintas dibenak pikiran orang orang sombong di negara ini. Mereka orang - orang yang tak punya empati dan merasa terganggu dengan kehadiran orang orang miskin yang sakit.

Yang senantiasa terlihat bergerombol di depan gerbang gerbang loket rumah sakit dan puskesmas. Mereka orang orang tak beruntung yang sedang mengadu nyawa di tempat yang seharusnya bisa menyelamatkan nyawa mereka.

Dan seandainya mereka orang orang miskin di negera ini bisa memilih, maka pasti mereka tidak akan pernah memilih untuk sakit di negara ini, sebab rumah sakit di negara ini hanya diperuntukan kepada orang orang kaya yang berduit tebal. Mereka orang orang yang sanggup menebus obat berharga jutaan, mereka orang orang kaya yang mampu membayar sewa kamar perawatan berharga selangit.

Dan bagi mereka yang miskin di negeri ini cukuplah kalian ditempatkan di lorong lorong atau parkiran rumah sakit. Sebab kalian tidak akan mampu membeli obat yang harganya mahal...Sebab kalian tidak akan kuat membayar biaya ambulans, sewa kamar, laboratorium, dan seabrek pemeriksaan lainnya yang komplek dan berbelit belit.
================

Sedemikian bobroknya kah moral dan akhlaq bangsa ini hingga untuk sekedar berobat saja harus bersusah payah bahkan berjudi nyawa sebelum ditangani dokter di rumah sakit, puskesmas atau sekedar balai pengobatan?

Sebuta itukah pemimpin pemimpin di negara ini sehingga untuk sekedar membaca Undang- Undang Dasar 1945 pasal 34 ayat 1 jelas dikatakan bahwa
"Fakir miskin dan anak - anak terlantar dipelihara oleh negara“


Dan seandainya Tuhan berkenan untuk mengazab negeri ini, maka inilah waktu yang tepat untuk menyegerakannya agar orang orang berhati biadab di negeri ini tahu bahwa ada langit di atas langit.
==============


Berikut adalah beberapa kejadian paling miris yang terjadi di negara yang katanya kaya raya, makmur lagi sejahtera ini :

KASUS 1: 


1. Kakek Edi dibuang ambulans dan meninggal dunia di RS

Miris benar nasib kakek renta satu ini. Kakek yang bernama Edi ini ditemukan di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Lampung, dalam kondisi sakit, Selasa (21/1) sore. Pada tangan Kakek Edi ditemukan bekas jarum infus.

Berdasar penuturan warga, Almarhum diturunkan dari ambulans di gardu hingga menemui ajal. Menurut salah seorang tetangga korban, Yeti (48), warga Jagabaya II, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung itu, sehari-harinya kerap dimintai tolong warga untuk membersihkan pekarangan rumah dan membuang sampah. Dari pekerjaan itu, Almarhum mendapat upah yang digunakannya untuk makan sehari-hari.

"Bisa dibilang Almarhum ringan tangan. Dia jadi pesuruh warga, tapi diupah. Nah, Almarhum tidak pernah menolak jika orang mau minta tolong," ujarnya, Jumat (24/1).

Dia mengatakan, selama mendiami garasi rumahnya, Almarhum tidak pernah mengeluh soal kesehatannya. "Almarhum tidak pernah sakit atau pernah ngomong ada keluhan. Entah karena tak mau merepotkan atau gimana," kata dia.

Ketika ditemukan si kakek jompo itu sudah sekarat dan tidak bisa berbicara. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah A Dadi Tjokorodipo oleh Camat Tanjung Karang Barat Nurzuraidawati dan stafnya.

Namun nahas, Rabu (22/1), kakek Edi mengembuskan napas terakhirnya. Selain terdapat bekas jarum infus, pada kakinya juga masih melingkar kain perban.


Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-orang-miskin-dilarang-sakit.html


KASUS 2: 


2. Kisah nestapa bayi Dera

Setelah sepekan berjuang melawan penyakitnya, seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini akhirnya mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (16/2). Dera meninggal pada pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan.

Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan karena ada kelainan pada kerongkongannya. Karena di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat memadai, dokter di Rumah Sakit Zahira menyarankan agar dirujuk ke rumah sakit lain.

Sebelum Dera meninggal, sang bapak Elias Setya Nugroho sebenarnya sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Ke RSCM, Fatmawati dan Rumah Sakit Harapan Kita, tapi tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera.

Pasangan Eliyas Setyonugroho (20) dan Lisa Darawati (20) melahirkan anak pertama mereka. Namun sayang, anak pertama mereka lahir dalam kondisi prematur. Dengan kondisi yang lahir prematur, Dera dan Dara seharusnya ditempatkan di incubator. Dera dan Dara dilahirkan 11 Februari lalu di RS Zahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ironisnya, Eliyas ini harus berkorban menginap di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) lantaran pada saat itu tak mempunyai Kartu Jakarta Sehat (KJS). Waktu itu Elias hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Elias hanya diminta kembali ke RSCM keesokan harinya. Karena sudah larut malam waktu itu, Elias akhirnya memutuskan tetap menunggu di rumah sakit dan memilih tidur di parkiran rumah sakit.

Eliyas juga sempat bolak-balik pergi menuju RS Harapan Kita, RS Pasar Rebo, RS Harapan Bunda Pasar Rebo. Dari Pasar Rebo, Herman dan Elias kemudian mencari rumah sakit lagi, rumah sakit berikutnya yaitu RS Asri, RS Tria Dipa, RS Budi Asih, RS JMC dan terakhir RS Pusat Pertamina. Namun lagi-lagi, rumah sakit tersebut juga menolak.

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-orang-miskin-dilarang-sakit.html



KASUS 3: 


3. Kisah pemulung bawa mayat anaknya pakai gerobak

Cerita seorang pria bernama Supriono ini begitu menyedihkan. Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung ini kehilangan seorang anaknya karena penyakit muntaber. Kisah ini terjadi kira-kira pada tahun 2011 silam.

Singkat cerita, Supriono ingin memakamkan perempuan kecilnya Khaerunnisa di Kampung Kramat, Bogor. Namun hasilnya sia-sia lantaran dirinya tak mempunyai uang yang cukup untuk membawa jenazah anaknya naik KRL. 

Di Stasiun Tebet, Supriono juga dipaksa turun dari kereta dan dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Sesampainya di kantor polisi terdekat, Suprioni juga harus dipaksa polisi untuk membawa anaknya terlebih dahulu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan autopsi.

Supriono pun menjelaskan kepada pihak RSCM bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang penyakit Muntaber. Dia pun sudah pernah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi.

"Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke Puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke Puskesmas. Meski biaya hanya Rp 4000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp.10.000,- per hari," kata bapak dua anak yang sehari-hari tinggal di kolong perlintasan rel KA (Kereta Api) di Cikini itu.

Selama Khaerunnisa terserang sakit, Supriono selalu ditemani anak laki-lakinya yang bernama Muriski Saleh. Mereka selalu memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya bisa sesekali beristirahat di gerobak.

Hingga pada akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 5 Juni 2011 sekitar pukul 07.00 WIB. Supriono harus ditolak oleh pihak RSCM karena tak mempunyai biaya menyewa ambulans untuk pergi ke Bogor.


Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-orang-miskin-dilarang-sakit.html



KASUS 3: 


4. Kisah bayi Naila meninggal saat tunggu antrean nomor 115 di RS

Malang benar bayi Naila. Dia mengembuskan napas terakhir karena tak segera mendapatkan pertolongan dari Rumah Sakit Umum (RSU) Lasinrang, Pinrang. Padahal sakit sesak napas yang dideritanya sudah cukup memprihatinkan.

Cerita pilu itu bermula ketika Naila yang baru berusia dua bulan sepuluh hari mendadak sesak napas, sejak Senin 28 Oktober lalu. Melihat kondisi buah hatinya tak kunjung membaik, Mustari dan Nursia lantas berpikir membawa Naila berobat.

Karena keterbatasan biaya, mulanya Naila hanya diperiksa seorang bidan di dekat tempat tinggal mereka di Dusun Patommo, Desa Kaliang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Karena melihat kondisi Naila, si bidan meminta Mustari dan Nursia membawa ke Puskesmas Lampa, yang ada di perkampungan mereka.

Naila dibawa ke puskesmas, pada Rabu pagi. "Sampai di sana, diperiksa sama dokternya tapi tidak dikasih pertolongan apapun malah dikeluarkan surat rujukan ke Rumah Sakit Umum Lasinrang, Pinrang," cerita Mustari kepada merdeka.com, Jumat (1/11).

Akhirnya, mereka menuruti rujukan itu. Dalam keadaan sekarat tanpa bantuan tabung oksigen, bayi itu dibawa menggunakan mobil pribadi milik tetangga Mustari.

"Jarak dari puskesmas ke rumah sakit sekitar 30 menit," ungkapnya.

Sesampainya di rumah sakit, Mustari malah disuruh ikut mengambil nomor antrean. Padahal kondisi Naila semakin menurun.

"Saya sudah mohon-mohon anak saya duluan, saya bilang kondisi anak saya sudah parah, saya bilang kasihani kami, tapi petugas loket bilang nggak bisa begitu harus tetap mengantre. Akhirnya saya ambil antrean, nomor 115. Sementara yang diperiksa baru antrean 95," keluh pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Melihat kondisi Naila semakin memburuk, Mustari kembali mendatangi loket dan meminta diberikan prioritas. Tapi malah ditanya segala macam surat menyurat yang menerangkan Mustari berasal dari keluarga miskin.

"Ditanya kartu keluarga, tapi saya bilang di Lampa. Saya bilang tolong dulu anak saya, kalau sudah nanti pasti saya ambil surat-surat itu. Tapi mereka menolak," tambahnya.

Tak kunjung mendapat pertolongan karena berbagai persyaratan administrasi harus dipenuhi, akhirnya Naila yang terbaring lemah di pangkuan ibunya mengembuskan napas terakhir.

"Sekitar dua jam habis waktu ngurus surat-surat, sekitar pukul 10 lewat, Naila meninggal. Saat itu baru ada suster menolong, ya mau apa lagi," pungkasnya.

Oleh rumah sakit, Mustari hanya diberi jatah ambulans untuk membawa jenazah putri kecilnya pulang ke rumah untuk dimakamkan.

"Naila sudah dimakamkan Zuhur kemarin," tandasnya.


Source: http://www.merdeka.com/peristiwa/4-cerita-orang-miskin-dilarang-sakit.html

"BUAT ORANG MISKIN DAN MELARAT, KALO MAU SAKIT BILANG BILANG BIAR KAMI YANG MASIH PUNYA HATI DAN PERASAAN INI BISA IKUT PATUNGAN UNTUK MEMBANTU BIAYA PENGOBATAN...."

Rabu, 12 Februari 2014

10 Persiapan Mental Sebelum Menikah

Menikah adalah sebuah hal terpenting yang mungkin terjadi dalam hidup seseorang.  Untuk menghadapi hal penting tersebut, wajar jika anda memerlukan persiapan khusus.  Persiapan tersebut tidak hanya berkisar dalam hal materi, namun yang lebih penting lagi adalah mempersiapkan mental sebelum menikah.  Hal ini mutlak wajib dilakukan jika anda ingin periode awal dalam menjalin rumah tangga berjalan lebih mulus.


Menikah adalah hal yang sangat penting dan bahkan bisa mengubah masa depan anda, oleh karena itu persiapkan dan pertimbangkan masak-masak.


10.  Memahami perubahan yang akan terjadi dalam hidup anda

Sangat penting untuk menyadari bahwa hidup anda akan berubah secara drastis setelah menikah.  Nah, persiapan mental untuk menghadapi hal ini mutlak diperlukan agar tidak mengalami shock ataupun untuk mengurangi kecanggungan pada periode awal menikah.  Sadarilah bahwa kehidupan anda akan mulai berubah, mulai dari bangun tidur, ketika anda melihat sosok orang lain di samping anda.

Perubahan yang lebih besar justru ada dalam hal psikologis.  Anda akan memiliki kewajiban tambahan, baik sebagai seorang suami maupun istri untuk membahagiakan pasangan anda.  Nah, mungkin artikel tentang "10 Cara Menjadi Istri Yang Baik" dan "10 Ciri Suami Yang Baik" bisa berguna untuk anda.


9.  Komunikasi

Banyak orang yang menyadari bahwa komunikasi yang baik adalah kunci sebuah hubungan yang langgeng.  Namun banyak pula yang gagal menerapkan hal ini, terutama karena berbagai perasaan sungkan, tidak enak, dan takut menyakiti hati pasangan.  Yang jelas, anda harus menyiapkan diri untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi pada pasangan, dan membuatnya lebih terbuka pula pada diri anda.

Komunikasikan dan ungkapkanlah berbagai harapan dan impian anda berdua yang ingin dicapai melalui pernikahan.  Komunikasikan juga berbagai kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan yang anda hadapi.  Tak ketinggalan, komunikasi seputar hal-hal teknis seperti peran dan tugas dalam rumah tangga juga sebaiknya dilakukan.


8.  Hargai perbedaan antara anda dan pasangan

Besar maupun kecil, pasti akan ada perbedaan antara diri anda dan pasangan.  Perbedaan itu akan terlihat lebih jelas ketika anda tinggal dalam satu atap.  Nah, di sinilah perasaan untuk menghargai perbedaan satu sama lain harus dibangun.  Jika hal ini tidak terbangun dengan baik, bukan tidak mungkin rumah tangga akan diisi oleh perselisihan, perdebatan, bahkan pertengkaran.

Intinya, anda dan pasangan harus mencoba menerapkan dua hal: menghargai perbedaan dan mencoba menyesuaikan diri dengan pasangan.  Cobalah untuk mengurangi berbagai hal dalam diri anda yang tidak disukai oleh pasangan, dan maklumilah berbagai hal dalam dirinya yang anda anggap "berbeda".  Jika anda melakukan hal  ini dengan tulus, maka sang pasangan pun akan melakukan hal yang sama.


7.  Persiapan menghadapi masa depan

Menikah adalah salah satu kunci masa depan kehidupan seseorang.  Pernikahan yang baik akan membawa kita ke masa depan yang baik pula.  Satu lagi, menikah bukan hanya untuk beberapa hari atau beberapa bulan, namun untuk seumur hidup.  Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anda mempersiapkan berbagai target dan hal-hal yang ingin dicapai di masa depan.

Persiapan ini tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus dibicarakan bersama pasangan.  Pastikan anda berdua menyatukan satu visi dan misi.  Akan lebih baik lagi jika anda dan pasangan sudah memiliki berbagai perencanaan teknis untuk mencapai visi dan misi tersebut.


6.  Jangan mengutamakan ego

Kata-kata "Aku" harus dibuang jauh-jauh dalam kehidupan pernikahan, terutama dalam berkomunikasi dengan pasangan.  "Kita" harus menjadi kata yang lebih dominan daripada "Aku".  Anda tidak bisa lagi memikirkan kebahagiaan pribadi, namun kebahagiaan pasangan hidup juga harus ditempatkan pada prioritas utama.  Jika anda merasa belum bisa melakukan hal ini, jangan terburu-buru untuk menikah.

Menikah adalah sebuah ikatan yang menuntut pengorbanan.  Sebelum kita membahagiakan diri sendiri, pastikan bahwa pasangan sudah bahagia.  Jangan takut, jika pengorbanan dilandasi dengan rasa cinta yang tulus, maka pengorbanan tersebut akan terasa sangat indah.


5.  Percaya

Satu lagi fondasi yang merupakan hal penting dalam persiapan sebelum menikah.  Anda harus bisa mempercayai pasangan anda sepenuhnya.  Sikap yang sama juga harus ada dalam diri sang pasangan terhadap diri anda.  Jika seorang lelaki dan perempuan masih saling curiga dan tidak percaya satu sama lain, artinya mereka masih memerlukan waktu untuk memahami satu sama lain sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan.

Rasa percaya hanya bisa tumbuh jika anda memiliki landasan yang kuat, seperti landasan agama dan landasan logika.  Landasan logika ini hanya bisa tercapai apabila anda dan pasangan sudah saling memahami dan mengenal satu sama lain dengan baik.


4.  Jangan kehilangan teman-teman

Terutama bagi seorang wanita, jangan sampai anda kehilangan teman-teman setelah menjalin rumah tangga.  Banyak yang terhanyut dengan konsep tradisional bahwa pernikahan adalah hubungan yang hanya melibatkan suami dan istri.  Konsep ini tidak sepenuhnya benar, karena dalam suatu rumah tangga pun seorang suami atau istri masih memerlukan teman-temannya.

Banyak yang melupakan bahwa teman bisa berperan penting dalam sebuah hubungan rumah tangga.
Mereka bisa memberikan berbagai nasihat dan dukungan baik moral maupun material.  Terkadang, kita juga memerlukan sosok teman-teman tersebut untu me-refresh perasaan kita yang terkadang jenuh, terutama di tahap-tahap awal membina rumah tangga.


3.  Pre-Marital Konseling

Pre-Marital Konseling adalah jasa resmi yang disediakan oleh seorang Psikolog untuk membantu anda dan pasangan memahami satu sama lain sebelum masuk ke jenjang pernikahan.  Metode konseling ini juga bisa membantu menganalisa apakah anda berdua sudah siap menikah atau belum, baik secara fisik, mental, maupun material.

Jika anda berdua memiliki waktu dan dana yang cukup, tidak ada salahnya untuk mengambil jasa Pre-Marital Konseling sebelum menikah.  Biasanya, para konselor juga akan membimbing anda berdua dalam merencanakan berbagai hal yang harus dilakukan dalam pernikahan.


2.  Minta nasihat dari orang tua anda

Nasihat dari orang tua adalah hal yang sangat berharga dan harus dilakukan sebelum anda memutuskan untuk menikah.  Satu hal yang pasti, mereka berdua sudah menjalin hubungan rumah tangga dan melahirkan anda ke dunia ini.  Pasti kedua orang tua anda memiliki nasihat berdasarkan pengalaman pribadi, yang tidak bisa ditemukan di buku-buku, artikel, atau bahkan dari seorang konselor profesional.

Cobalah untuk bertanya kepada orang tua anda, apakah kira-kira anda dan pasangan sudah siap menikah atau belum.  Tanyakan pula tentang berbagai tips untuk membahagiakan pasangan dan membina rumah tangga yang langgeng.  Satu lagi yang paling penting, jangan lupa meminta restu dari mereka berdua.


1.  Bersiap untuk menjadi individu yang lebih tegar

Satu hal yang pasti, setelah menikah anda harus menjadi sosok yang lebih tegar dan kokoh.  Sebagai seorang suami, anda harus bersiap untuk melindungi istri anda dan bertanggung jawab menyokong kehidupan rumah tangga secara ekonomi maupun moral.  Anda harus mempersiapkan diri menjadi sosok yang bisa diteladani oleh istri dan anak-anak.

Sebagai seorang istri, persiapkanlah diri untuk menjadi sosok yang bisa mendukung suami.  Bersiaplah untuk menjadi istri yang tabah dan bijaksana, yang siap untuk mengarungi suka dan duka bersama sang suami.  Dukung ia dengan seluruh kekuatan anda, berilah semangat agar ia senantiasa bahagia menjalani hidup bersama anda.

Pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang mengarungi samudera hidup, dan setiap perjalanan panjang menuntut para penjelajahnya untuk memiliki tekad yang kuat dan hati yang teguh.

Jumat, 07 Februari 2014

[Kisah Nyata] Ketika Gubernur NTT dan Sri Sultan di Tilang Polantas

Saya sangat tertarik untuk menuliskan cerita ini begitu membaca headlinenya di Tribunnews.com kemarin. Ceritanya Dua anggota Satlantas Polres Kupang, Aiptu Piet Ena dan Aipda Mess Nite, menghentikan perjalanan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan rombongannya, usai melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Kupang, Kamis (10/12013). Penghentian dilakukan polisi saat gubernur melintasi Jalan Timor Raya di Noelbaki, karena kendaraan yang mengawalnya membunyikan sirene.   

Gubernur NTT dan polantas
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menghampiri dan menanyakan kepada anggota Polantas Polres Kupang, alasan menghentikan iringan-iringan kendaraan rombongannya, Kamis (10/1/2013).

Gubernur Frans Lebu Raya pun turun dari mobil dinasnya, lalu menghampiri dan menegur dua anggota Satlantas yang sedang bertugas. "Pak Gubernur turun dari oto (mobil) dan tanya saya. Kamu tahu tidak saya Gubernur NTT, kenapa kalian tahan? Saya hanya bilang, kami tidak tahan bapak. Kami hentikan kendaraan yang mengawal bapak karena membunyikan sirene, dan itu melanggar aturan. Lalu Pak Gubernur bilang biarkan saya lewat, nanti saya sampaikan ke Kapolda," kata Piet menirukan ucapan gubernur. Hal senada disampaikan Aipda Mess Nite. Menurutnya, sekitar belasan mobil rombongan gubernur yang dihentikan. Bahkan, ada sebagian dari rombongan yang menendang papan rambu lalu lintas yang bertuliskan pemeriksaan kendaraan. Namun, keduanya mengaku prosedur yang dijalankan saat menghentikan kendaraan merujuk pada aturan lalu lintas, yakni UU Nomor 22 Tahun 2009.

Menanggapi kejadian ini, Kapolda NTT Brigjen Ricky Sitohang mengatakan, berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, rombongan gubernur seharusnya dikawal oleh Polisi Lalu Lintas. Menurut Sitohang, itu diatur dalam UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ). Dalam undang-undang itu dijelaskan, pengawalan terhadap kepala daerah seperti gubernur, wali kota, dan bupati, termasuk yang menggunakan konvoi voorijder dilakukan oleh polisi. "Tidak ada aturan Satpol PP kawal gubernur saat menggunakan jalan raya tanpa ada pengawalan polisi. Jangan bikin aturan sendiri, dan jangan salah kaprah terhadap UU.  Seharusnya, rombongan Gubernur NTT dikawal oleh Polisi Lalu Lintas. Satpol PP bisa saja ada, tapi mereka ikut dari belakang," tutur Sitohang.

Kapolda NTT
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Ricky Sitohang

Terhadap polisi yang 'menahan' voorijder sipil, Kapolda Sitohang memberikan apresiasi. "Polisi seharusnya seperti itu. Saat menegakkan aturan, polisi jangan takut karena dia dilindungi UU. Saya senang melihat polisi yang paham dan bertanggung jawab terhadap tupoksinya. Terima kasih kepada polisi yang sudah laksanakan tugasnya itu. Dia sangat luar biasa, dia tahu tupoksi," puji Sitohang. Dalam melaksanakan tugas, jelas Sitohang, polisi harus tegas, namun humanis. "Jangan arogan, jangan menunjukkan kekuasaan. Jalankan aturan perundangan dengan cara yang santun. Polisi jangan membentak-bentak, memaki-maki, apalagi menganiaya. Kalau polisi membiarkan terjadi pelanggaran lalu lintas, maka polisinya sontoloyo," bebernya.

Menyimak cerita ini saya langsung teringat kisah masa dulu saat seorang polantas bernama Brigadir Royadin yang menghentikan dan menilang mobil yang saat itu ditumpangi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ceritanya pada pertengahan 1960-an itu, Royadin bertugas di pos lantas yang seingatnya kalau tidak di pertigaan depan Stasiun Poncol Semarang, di Simpang Lima, ataupun daerah Jalan MT Haryono. Tiba-tiba Royadin melihat ada mobil melanggar jalan searah. Ia langsung mencegat. Ternyata pengemudinya orang yang sama sekali tidak asing. Royadin tersentak, tapi ia tetap memilih menilang orang besar itu. Sultan HB IX menurut Royadin tidak marah dan memberikan surat-surat kelengkapan yang diminta sesuai peraturan. Berikut nukilan ceritanya yang membuat saya terharu, kagum sekaligus bangga dengan figur seorang pemimpin Yogyakarta.

Ketika Sri Sultan HB IX Ditilang Seorang Polantas

Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh. “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak. “ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

“ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .
“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

“Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal. Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya. Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

“ Sekarang aku mau tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya. “ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.

“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya. Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

“ Siap pak !” Royadin menjawab datar. “Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.

“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan dari Sri Sultan HB IX yang intinya :
“ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

“ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !”

Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.               

Kalau kita membaca 2 kisah yang berbeda ini yaitu Kisah Dua Polantas Yang Menghentikan Iring-Iringan Mobil Gubernur NTT dan kisah Brigadir Royadin yang menilang Sri Sultan HB IX maka terlihat jelas perbedaan sikap meskipun kedua subyeknya sama-sama Gubernur. Gubernur NTT melalui ucapannya bisa disimpulkan mewakili figur penguasa masa modern dengan segala arogansinya, sedangkan sikap yang dilakukan oleh Sultan HB IX mencerminkan figur seorang pemimpin rakyat yang patut dicontoh dan dikenang sepanjang masa. Dan apa yang di lakukan Brigadir Royadin telah memberi contoh yang harus diteladani. Bagaimana seorang Polisi bersikap dan berani bertindak menegakkan peraturan tanpa kompromi siapa yg melanggar.

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2013/01/11/dua-polantas-hentikan-iring-iringan-gubernur-ntt#comment/articles/1311342/5
http://jogjakini.wordpress.com/2011/12/09/kisah-nyata-ketika-sri-sultan-hb-ix-terkena-tilang-di-pekalongan/